KOARMATIM - Komando Armada RI Kawasan Timur - TNI Angkatan Laut

WAKIL KOMANDAN LANTAMAL XIV SORONG MEMBUKA PENYULUHAN HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL DAN HAM TAHUN 2017

33

        33

        Sorong, 13 April 2017 Kepala Dinas Hukum (Kadiskum) memberikan pencerahan hukum kepada seluruh personel Lantamal XIV Sorong tentang Hukum Humaniter Internasional dan HAM yang berlangsung di Ruang Kelas, Mako Lantamal XIV, Sorong, Papua Barat, Selasa (13/4).

        Pada penyuluhan ini Wakil Komandan Lantamal XIV Kolonel Marinir Anif Hidayat, memberikan sambutan yaitu Pelaksanaan Hukum Humaniter Internasional dan HAM merupakan komitmen ini Angkatan Laut dalam mendukung upaya penghormatan, kemajuan, pemenuhan dan perlindungan terhadap HAM. Sementara itu tujuan dilaksanakannya kegiatan penyuluhan hukum Humaniter Internasional dan HAM oleh Dinas Hukum Lantamal XIV adalah sebagai upaya peningkatan kemampuan dan profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut khususnya Personel Lantamal XIV agar memahami serta menambah wawasan tentang hukum humaniter Internasional dan HAM Perang merupakan keputusan politik yang hanya akan dilakukan apabila semua upaya Diplomasi damai tidak membawa hasil dan menemui jalan buntu, perang dapat menimbulkan dampak yang sangat buruk terhadap kemanusiaan apabila tidak dibatasi. Pengetahuan dan pemahaman akan hukum Humaniter Internasional dan HAM sangat diperlukan oleh seluruh prajurit, untuk itu dilaksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya.

        Kadiskum Lantamal XIV Letkol Laut (KH) Budi Santoso, S.H., mengatakan Hukum Humaniter Internasional pada awalnya dikenal sebagai hukum perang (laws of war), yang kemudian berkembang menjadi hukum sengketa bersenjata (laws of arms conflict), dan pada akhirnya dikenal dengan istilah hukum Humaniter. Dalam hukum Humaniter diatur semua ketentuan yang terdiri dari perjanjian dan kebiasaan Internasional untuk mengatasi segala masalah kemanusiaan yang timbul pada waktu pertikaian bersenjata. Lebih lanjut dijelaskan bahwa sebagai prajurit khususnya yang berdinas di Lantamal XIV harus memiliki pengetahuan tentang cara berperang dengan benar sesuai dengan ketentuan hukum Humaniter. Kadiskum juga mengatakan bahwa dalam perang di laut ada dua aturan hukum yang berlaku yaitu konvensi hukum laut Jenewa dan konvensi hukum laut Denhaag.

        Dua aturan hukum ini dipaparkan kepada para peserta untuk difahami dan diketahui mulai dari apa perbedaannya, masa berlakunya, kepada siapa saja hukum ini diberlakukan dan apa tujuannya. Dia menjelaskan bahwa Konvensi Jenewa masa berlakunya selama dan setelah perang dan hukum ini diterapkan kepada non peserta tempur yang bertujuan untuk melindungi korban dari pertikaian/melindungi hak-hak sipil. Sedangkan konvensi Den Haag masa berlakunya selama perang berlangsung dan diterapkan untuk peserta tempur dengan tujuan untuk mengatur hak dan kewajiban anggota tempur/Militer. Sosialisasi ini dihadiri oleh Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Danlantamal XIV Kolonel Laut (P) Yoyok Nurkarya Santoso, M.T., Asisten Logistik (Aslog) Danlantamal XIV Kolonel Laut (T) Hotma IDP Sirait, S.T., para Kadis/ Kasatker Lantamal XIV, Perwira, Bintara, Tamtama serta PNS Lantamal XIV.

DISPEN LANT XIV

WAKIL KOMANDAN LANTAMAL XIV SORONG MEMBUKA PENYULUHAN HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL DAN HAM TAHUN 2017