KOARMATIM - Komando Armada RI Kawasan Timur - TNI Angkatan Laut

WADAN LANTAMAL XIV SORONG MEMBACAKAN AMANAT PANGLIMA TNI PADA APEL KHUSUS

34

DSC_3059DSC_3054

DSC_3055DSC_3067

        Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XIV Sorong pada hari Selasa, tanggal 18 April 2017 menggelar Apel khusus 17-an, apel khusus kali ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 18 April 2017 dikarenakan pada hari Senin 17 April 2017 Provinsi Papua Barat libur hari Paskah ke-2. Apel khusus dilaksanakan di Lapangan Upacara Lantamal XIV, Jalan Bubara Nomer 01 Sorong,Papua Barat. Wakil Komandan (Wadan) Lantamal XIV Kolonel Mar.  Anif Hidayat  bertindak sebagai Penerima Apel dengan Pengambil Apel Letkol Mar. Edial Tasman, S.Pd (Dandenma Lantamal XIV). Apel diikuti oleh Kolonel Laut (P) Yoyok Nurkarya Santoso, M.T. (Asrena Danlantamal XIV), Kolonel Marini I Dewa Gede Wirawan (Asintel Danlantamal XIV), Kolonel Laut (KH) J. Suspurwanto (Aspers Danlantamal XIV), Kolonel Laut (T) Hotma IDP Sirait, S.T (Aslog Danlantamal XIV), para Kadis/Kasatker di lingkungan Mako Lantamal XIV dengan peserta apel terdiri dari Personel Lantamal XIV baik Perwira, Bintara, Tamtama, dan Aparatur Sipil Negara serta perwakilan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) XIV.

        Dalam sambutan Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dibacakan oleh Wadan Lantamal XIV, Kolonel Mar. Anif Hidayat dikatakan bahwa “Penggunaan media sosial di kalangan prajurit dan PNS TNI, bahkan keluarga besar TNI sudah tidak terbendung lagi. Terkait itu, saya memerintahkan agar tidak mengunggah gambar, foto dan video yang tidak pantas untuk ditonton, karena hal ini dapat merugikan citra TNI di masyarakat,” kata Panglima. Panglima TNI juga memerintahkan agar Komandan-komandan satuan terus memberikan penekanan kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI terkait pemanfaatan media sosial secara baik, juga berpedoman dan melaksanakan ketentuan-ketentuan penggunaan media sosial yang dikeluarkan oleh pimpinan TNI.

        Karena menurut Panglima TNI, tantangan ke depan akan sangat kompleks, salah satunya adalah semakin masifnya penggunaan media sosial, dan menjadi “medan pertempuran baru” oleh sekelompok masyarakat untuk mencapai tujuannya. Penyebaran informasi dan berita-berita bohong (hoax) melalui media sosial dapat menyebabkan perpecahan yang membahayakan persatuan dan kesatuan, ke-Bhinneka Tunggal Ika-an serta munculnya radikalisme. Guna membentengi pengaruh negatif dari penggunaan media sosial oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab dengan menyebar informasi hoax tersebut, maka prajurit dan PNS TNI harus cerdas, dan pandai dalam memilah dan memilih berita yang positif dan bermanfaat. “Kata kunci bagi prajurit dan PNS TNI adalah jangan mudah percaya terhadap berita bohong, percayalah kepada komandan satuan,” katanya.

        Selain mengingatkan soal media sosial dan citra TNI di mata masyarakat, Panglima TNI juga menyampaikan terima kasih dan penghargaannya atas kinerja prajurit dalam membantu korban bencana tanah longsor di Ponorogo. Dalam tragedi itu, tercatat ada 28 orang meninggal dunia akibat tertimbun tanah, dan ratusan jiwa mengungsi. Ia berharap kinerja yang tidak pernah surut, kesetiaan dan kerelaan berkorban prajurit TNI tidak hanya berhenti sampai di situ, tapi harus melekat sepanjang hayat dalam sanubari. “Kepada para prajurit TNI yang sedang melaksanakan tugas kemanusiaan di lapangan, saya mengucapkan terima kasih atas kepekaan dan kepeduliannya terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat Ponorogo. Saya berharap agar para prajurit dapat melaksanakan tugas ini dengan semangat, penuh keikhlasan dan dedikasi tinggi karena ini merupakan panggilan tugas negara,” ucapnya.

DISPEN LANT XIV

WADAN LANTAMAL XIV SORONG MEMBACAKAN AMANAT PANGLIMA TNI PADA APEL KHUSUS