KOARMATIM - Komando Armada II - TNI Angkatan Laut

WADAN LANTAMAL XIII TARAKAN PIMPIN UPACARA HARI NUSANTARA TAHUN 2017

P1

P3

TARAKAN – Rabu (13/12/2017) Dalam Keputusan Presiden RI Nomor 126/2001, tanggal 13 Desember ditetapkan sebagai Hari Raya Nasional atau dikenal dengan  Hari Nusantara. Momentum ini digunakan untuk memperingati keberhasilan diplomasi Indonesia agar prinsip negara kepulauan diakui secara internasional melalui instrumen Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCLOS) 1982.  Pengakuan ini sebelumnya didahului oleh diumumkannya “Deklarasi Djoeanda” tanggal 13 Desember 1957. Deklarasi tersebut merupakan sebuah keputusan untuk menyatukan Indonesia sebagai negara kepulauan berbeda dengan apa yang termaktub dalam Territoriale Zee en Maritieme Kringen Ordonantie 1939 , yang menetapkan batas teritorial Indonesia secara terpisah-pisah.

Pangkalan Utama TNI AL XIII Tarakan, dibawah pimpinan Wadan Lantamal XIII Kolonel Marinir Muhammad Nadir selaku Inspektur Upacara, turut memperingati hari Nusantara dengan melaksanakan Upacara Parade yang bertempat di lapangan Mako Lantamal XIII. Bertindak selaku Komandan Upacara adalah Mayor Laut (K) DR. Landosar Parsaulian yang sehari-hari menjabat sebagai Ka Subbag Bed Anestesi RSAL ILYAS, dengan Perwira Upacara Lettu Laut (P) Ayub Prakoso.

Dalam pelaksanaan upacara tersebut, Yonmarhanlan XIII Tarakan juga ikut bergabung melaksanakan upacara secara terpusat di Mako Lantamal XIII. Susunan pasukan dalam memperingati Hari Nusantara tahun 2017 terdiri dari 1 unit Satsik Lantamal XIII, 1 SST Pamen Lantamal XIII, 1 SST Pama Lantamal XIII, 1 SST Gabungan Bintara dan Tamtama Mako Lantamal XIII, 1 SST Yonmarhanlan XIII dan 1 SST PNS Lantamal XIII.

Pada acara amanat inspektur Upacara, Wadan Lantamal XIII membacakan amanat dari menteri Koordinator Bidang Kemaritiman selaku Ketua pengarah. Belau menyampaikan bahwa Deklarasi Djoeanda pada 13 Desember 1957 merupakan tonggak bagi penyatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan diantara pulau yang satu dengan yang lain tidak lagi terdapat laut internasional. Sehingga melalui pernyataan diri sebagai negara kepulauan, maka laut bukan pemisah tetapi pemersatu bangsa. Melalui Deklarasi Djoeanda ini pula, maka prinsip-prinsip wilayah laut negara kepulauan kemudian diterima, sehingga wilayah laut Indonesia bertambah luas menjadi kurang lebih 5,8 juta Km². Tanggal 13 Desember kemudian ditetapkan sebagai Hari Nusantara oleh Presiden RI kelima Ibu Megawati Soekarnoputri.

Imbuh beliau dalam amanatnya, Bapak Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan menegaskan “Semangat gotong royong akan membuat bangsa Indonesia bukan saja akan sanggup bertahan dalam menghadapi tantangan, tapi juga dapat berkembang menjadi poros maritim dunia, locus dari peradaban besar politik masa depan”, Hal tersebut salah satunya mendasari tema peringatan Hari Nusantara 2017, yakni “Gotong royong dalam dalam kebhinekaan di nusantara guna mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia”.

Turut hadir mengikuti upacara tersebut, Asrena Danlantamal XIII dan para Kasatker Lantamal XIII. Kegiatan berjalan dengan lancar dan khidmat.

(Dispen Lantamal XIII Tarakan)

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Berita Lantamal dan Lanal Berita Berita Umum Berita Latihan Berita Olah Raga
Sort by

WADAN LANTAMAL XIII TARAKAN PIMPIN UPACARA HARI NUSANTARA TAHUN 2017