KOARMATIM - Komando Armada RI II - TNI Angkatan Laut

SUKSESKAN PROGRAM PEMERINTAH CEGAH WABAH DIFTERI, DISKES LANTAMAL V LAKUKAN SOSIALISASI

080218 Binpers Bidang Kesehatan-2

Lantamal V (8/2).

Turut menyukseskan program pemerintah atasi wabah Difteri,  Dinas Kesehatan Pangkalan Utama TNI AL V (Diskes Lantamal) V Surabaya memberikan pemahaman tentang bahaya Difteri kepada para prajurit dan PNS dalam Binpers Fungsi Komando (ceramah Kesehatan) yang digelar di Gedung Seba Guna, Mako Lantamal V,  Surabaya,  Kamis (8/2/2018).

080218 Binpers Bidang Kesehatan-1

Bertindak sebagai nara sumber dalam kegiatan tersebut yaitu Kepala Balai Pengobatan Denma Lantamal V dr. E. Gananto, M.Kes., Ia mengajak seluruh personel Lantamal V dan jajarannya untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal.

080218 Binpers Bidang Kesehatan-3

Menurut Gananto -sapaan akrab Ka. BP Denmako Lantalam V ini-Difteri merupakan penyakit infeksi pernapasan akut berbahaya yang amat menular. Penyebaran difteri ini sangat cepat, karena kuman difteri bisa berpindah dengan mudah melalui udara dari satu penderita kepada orang lain di dekatnya.

Penyakit difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphtheriae yang dapat menghasilkan racun bernama eksotoksin. Racun inilah yang sangat berbahaya karena ia dapat merusak dan mematikan sel-sel sehat. Eksotoksin juga dapat menyerang organ-organ lainnya seperti jantung, sistem pernapasan, ginjal, dan sistem saraf.

Difteri menular melalui droplet, yakni sekret lendir seperti ludah, dahak, cairan yang bertebaran di udara saat penderita batuk, bersin, atau tertawa dan kemudian terhirup oleh orang lain.

Adapun beberapa gejala difteri yang dapat dikenali lanjutnya,  diantaranya seperti sakit tenggorokan, muncul selaput berwarna putih abu-abu pada tenggorokan, amandel, rongga mulut, atau hidung, demam tidak terlalu tinggi, Pembengkakan pada kelenjar limfa, bisa dilihat dari leher yang membengkak (bull neck), suara berubah, Lemas dan menurunnya nafsu makan, mengeluarkan bunyi saat menarik napas (stridor), Kesulitan bernapas.

Lebih Lanjut ia menjelaskan bahwa gejala paling khas dari penyakit difteri adalah sakit tenggorokan yang disusul dengan munculnya selaput berwarna putih abu-abu yang bernama selaput pseudomembran.

“Difteri bisa dicegah dengan cara memberikan yaitu dengan memberikan vaksin kepada semua orang, baik itu orang dewasa maupun kepada anak-anak. Tapi menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan juga penting,” pungkasnya.

Usai memberikan paparan, Ka. BP Denma memberikan kesempatan kepada seluruh prajuirt dan PNS untuk bertanya. Untuk pertanyaan yang dinilai berbobot, panitia memberikan hadiah.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

SUKSESKAN PROGRAM PEMERINTAH CEGAH WABAH DIFTERI, DISKES LANTAMAL V LAKUKAN SOSIALISASI