KOARMATIM - Komando Armada RI II - TNI Angkatan Laut

RATUSAN MASSA MENDEMO PANGKALAN TNI AL NUNUKAN

3

1

NUNUKAN – Sabtu (10/03/2018), pukul 09.50 Wita lebih dari 500 orang massa yang terdiri dari Masyarakat, LSM dan Mahasiswa menyerbu Lanal Nunukan.Masyarakat Nunukan yang merasa mempunyai lahan di sekitar pantai ecing yang bersebelahan dengan Mako Lanal Nunukan menuntut hak-nya agar tanah sengketa yang selama ini mereka klaim belum ada putusan dari Bupati Nunukan. Hal ini membuat masyarakat keberatan dengan hasil putusan pengadilan yang dimenangkan oleh TNI AL sebagai pengguna Tanah Milik Negara. Massa merasa hasil putusan pengadilan tidak adil dan mereka mempunyai hak yang sama dimata hukum. Rombongan  massa yang merasa dirugikan melaksanakan tuntutan didepan Mako Lanal Nunukan dan meminta ingin bertemu langsung dengan Komandan Lanal Nunukan, agar mengembalikan tanah mereka dan membongkar bangunan-bangunan yang berada di Lanal Nunukan. Sehingga di turunkan tim negosiator dari Lanal Nunukan untuk melaksanakan negosiasi dengan pimpinan pendemo. Namun hal ini tidak di-indahkan oleh para pendemo, sehingga mereka terus melakukan orasi bahkan melakukan tindakan anarkis. Melihat situasi yang semakin mengkuatirkan terhadap keamananan di Mako Lanal Nunukan, maka Perwira jaga berkoordinasi dengan Polres Nunukan untuk menurunkan tim Sabara dan Menghubungi Dinas PMK Nunukan agar mengirimkan mobil bantuan watercanon untuk menghalau masa agar tidak semakin anarkis.

Mobil Komandan Lanal datang dari arah luar menemui pendemo-pun di cegat oleh pendemo, dengan sigap Dantim PHH memerintahkan Tim PHH memberikan tindakan efek kejut dan dilaksanakan eksekutor penyelamatan VIP oleh tim 3 PHH Lanal Nunukan, dengan hasil sinergitas yang baik sehingga Komandan Lanal selamat dari kepungan massa. Selanjutnya tim PHH melaksanakan aksi penindakan terhadap pendemo yang menjadi provokator saat aksi unjuk rasa berlangsung. Aktor intelektualnya dapat diamankan dan dibawa ke Mako Lanal untuk pendalaman dan diserahkan ke Polres Nunukan. Untuk yang cidera baik dari massa pendemo maupun prajurit Lanal Nunukan di evakuasi menggunakan mobil ambulance ke RSUD, karena tidak bisa di atasi oleh Tim Kesehatan Lanal Nunukan.

Dalam press releasenya Danlanal Letkol Laut (P) Ari Aryono, S.E menyampaikan kegiatan demontrasi ini merupakan rangkaian latihan Tim PHH Lanal Nunukan yang langsung disaksikan oleh Tim Penilai dari Komando Latihan koarmatim. Dalam  kegiatan uji terampil ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya agar prajurit tetap mengasah naluri keprajuritannya disetiap Pangkalan-Pangkalan TNI AL.

Adapun materi uji terampil P1 dan P2 yaitu ketangkasan renang militer, menembak laras panjang dan pistol, bongkar pasang senjata, materi kebaharian tali temali, peluit, penanggulangan pasukan hura hara yang tadi langsung di saksikan oleh tim kolat menyerupai demo sebenarnya dan pertahanan pangkalan dari serangan bahaya musuh dari udara dan laut.

Tujuan dari latihan ini adalah yang pertama untuk melatih profesionalisme dan jiwa Korsa prajurit Lanal Nunukan dalam menghadapi ancaman pertahanan pangkalan yang kapan saja bisa terjadi. Kedua, untuk menunjukkan sinergitas antar instansi di Nunukan dalam menghadapi segala ancaman. Ketiga, disamping para pendemo sebagian besar adalah mahasiswa/i Poli teknik negeri Nunukan dimana ada nilai yang tersirat yaitu pembelajaran bagi Mahasiswa/i cara berorasi yang baik dan tidak menganggu kepentingan umum.

Pen Lanal Nunukan.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

RATUSAN MASSA MENDEMO PANGKALAN TNI AL NUNUKAN