KOARMATIM - Komando Armada RI Kawasan Timur - TNI Angkatan Laut

PRAJURIT KOARMATIM SEPAKAT PERANG TERHADAP NARKOBA

By 10 Oct 2017 14:58Berita Umum
10_PRAJURIT_KOARMATIM_SEPAKAT_PERANG_TERHADAP_NARKOBA__2_

KOARMATIM – Surabaya,10 Oktober 2017

Dinas Hukum TNI Angkatan Laut (Diskumal) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Timur (Jatim) menggelar Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba  (P4GN) kepada Prajurit Koarmatim, bertempat di Auditorium Pusat Latihan Kapal Perang (Puslat Kaprang) Kolatarmatim, Ujung Surabaya, Selasa (10/10/2017).

10_PRAJURIT_KOARMATIM_SEPAKAT_PERANG_TERHADAP_NARKOBA__1_

Kepala Dinas Hukum TNI AL (Kadiskumal) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Supradono, S.H., M.Hum., dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kasubdis Dargakkum Diskumal Kolonel Laut (KH) Estu Raharjo, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Narkoba merupakan kejahatan yang bersifat lintas negara (Transnational Crime) atau kejahatan yang terorganisir (Organizer Crime) dan kejahatan yang serius (Serious  Crime) yang dihadapi seluruh lapisan masyarakat, karena dampak dari narkoba menimbulkan kerugian yang sangat besar terutama dari segi kesehatan, sosial, budaya, ekonomi dan keamanan.

10_PRAJURIT_KOARMATIM_SEPAKAT_PERANG_TERHADAP_NARKOBA__4_

“Di Indonesia sendiri, dulu hanya menjadi tempat transit narkoba namun akhir-akhir ini telah berubah menjadi tujuan bagi peredaran gelap narkoba, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia pada saat ini sudah sampai pada tingkat mengkhawatirkan, membahayakan bahkan sudah merambah ke seluruh lapisan masyarakat, baik orang terkenal, artis sampai Pejabat negara terjerat dalam penyalahgunaan narkoba dan berurusan dengan BNN”, ungkap mantan Kadiskum Koarmatim tersebut.

10_PRAJURIT_KOARMATIM_SEPAKAT_PERANG_TERHADAP_NARKOBA__3_

Oleh karena itu, TNI khususnya TNI AL harus melakukan upaya pencegahan untuk melindungi prajurit dan keluarganya dari bahaya narkoba dengan memahami dampak dari penyalahgunaan narkoba, “diharapkan prajurit Koarmatim tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, selain itu juga sepakat bahu membahu menyelamatkan masyarakat Indonesia dari bahaya narkoba”, ujarnya.

Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Jatim AKBP Ria Damayanti, S.H., M.M., mensosialisasikan bahwasanya tidak ada wilayah yang bersih dari narkoba, jalur masuk narkoba terutama melalui jalur laut dan pelabuhan tidak resmi (jalur tikus) karena penduduk Indonesia yang berjumlah 250 juta jiwa menjadi pasar potensial narkoba  dengan jumlah penyalah guna narkoba di Indonesia sebanyak ± 5 juta orang, sedangkan di Jawa Timur ± 880.440 orang.

“Daya rusak kejahatan Narkoba lebih serius dibanding korupsi dan  terorisme Narkoba merusak manusia, terutama fungsi otak, fisik, dan emosi, tidak ada jaminan sembuh bagi pecandu,Narkoba sebagai mesin pembunuh massal (silent killer) dan  diperkirakan 40 – 50 orang per hari meninggal dunia karena narkoba,Kerugian akibat penyalahgunaan Narkoba sekitar 72 triliun rupiah”, kata AKBP Ria.

Turut hadir dalam acara Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) diantaranya, Kadiskum Koarmatim Kolonel Laut (KH) Ismu Edy Aryanto, S.H., M.Hum., serta perwakilan Perwira, Bintara dan Tamtama, serta ASN Koarmatim, Satlinlamil dan RSAL dr. Ramelan.

Kadispenarmatim Letkol Laut (KH) Suratno, S.S.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

PRAJURIT KOARMATIM SEPAKAT PERANG TERHADAP NARKOBA