KOARMATIM - Komando Armada II - TNI Angkatan Laut

PANGLIMA KOARMADA III PIMPIN UPACARA PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL KE-110 TAHUN 2018

277

Sorong, 21 Mei 2018. Panglima Koarmada III Laksda TNI I N. G. Ariawan, S.E., M.M sebagai Inspektur upacara (Irup) pimpin upacara gabungan Armada III dan Lantamal XIV dalam rangka Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-110 Tahun 2018, bertempat di Lapangan Mako Armada III Jl. Bubara No. 01 Kel. Klaligi Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Prov. Papua Barat, dengan bertugas sebagai Komandan Upacara (Danup) Letkol Laut (P) Deni Indra, M.Sos., M. Tr. Hanla dan sebagai Perwira Upacara (Paup) Mayor Laut (P) Agus Edi Santoso.

Sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara yang di bacakan oleh Irup, intinya “Saudari-saudara peserta upacara yang saya hormati, ketika rakyat berinisiatif untuk berjuang demi meraih kemerdekaan dengan membentuk berbagai perkumpulan, lebih dari seabad lalu, kita nyaris tak punya apa-apa. Kita hanya memiliki semangat dalam jiwa dan kesiapan mempertaruhkan nyawa. Namun sejarah kemudian membuktikan bahwa semangat dan komitmen itu saja telah cukup. Boedi oetomo memberi contoh bagaimana dengan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal-muasal primordial akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang menjadi bahan bakar utama kemerdekaan, boedi oetomo menjadi salah satu penanda utama bahwa bangsa indonesia untuk pertama kali menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan. Presiden pertama dan proklamator kemerdekaan republik indonesia, soekarno, pada  peringatan hari kebangkitan nasional tahun 1952 mengatakan bahwa: “pada hari itu kita mulai memasuki satu cara baru untuk melaksanakan satu  ‘idee’ , satu naluri pokok daripada bangsa indonesia. Naluri pokok ingin merdeka, naluri pokok ingin hidup berharkat sebagai manusia dan sebagai bangsa. Cara baru itu ialah cara mengejar sesuatu maksud dengan alat organisasi politik, cara berjuang dengan perserikatan dan perhimpunan politik, cara berjuang dengan tenaga persatuan”.

Lanjutnya “Kekayaan alam merupakan sumber daya yang terbatas. Butuh segudang prasyarat untuk bisa dieksploitasi, dan selalu ada limit untuk menggenjot pemanfaatannya. Sedangkan sumber daya manusia kita menyediakan kapasitas dan kapabilitas yang sangat luas untuk dikembangkan. Bung karno juga menggambarkan persatuan bangsa seperti layaknya sapu lidi. Jika tidak diikat, maka lidi tersebut akan tercerai berai, tidak berguna dan mudah dipatahkan. Tetapi jikalau lidi-lidi itu digabungkan, diikat menjadi sapu, mana ada manusia bisa mematahkan sapu lidi yang sudah terikat. Mari bersama-sama kita jauhkan dunia digital dari   anasir-anasir pemecah-belah dan konten-konten negatif, agar anak-anak kita bebas berkreasi, bersilaturahmi, berekspresi, dan mendapatkan    manfaat darinya. Tidak ada satu pihak yang tanggung jawabnya lebih besar daripada yang lain untuk hal ini. Selamat hari kebangkitan nasional ke-110. Mari maknai peringatan tahun ini di lingkungan kita masing-masing, sesuai lingkup tugas kita masing-masing, untuk semaksimal mungkin memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama generasi muda, yang akan membawa kepada kejayaan bangsa di tahun-tahun mendatang”.

Hadir dalam Upacara tersebut KS Koarmada III Laksma TNI Dadi Hartanto, M.Tr., Danlantamal XIV Brigjen TNI (Mar) Amir Faisol, S.Sos., M.M., Wadan Lantamal XIV Kolonel Laut (P) Alex Syahril, S,E., para Asisten Pangkoarmada III dan Danlantamal XIV, para Kadis/Kasatker Koarmada III dan Lantamal XIV, Perwira, Bintara, Tamtama Koarmada III, Lantamal XIV, dan Yonmarhanlan XIV, serta PNS Lantamal XIV.

DISPEN LANTAMAL XIV

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

PANGLIMA KOARMADA III PIMPIN UPACARA PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL KE-110 TAHUN 2018