KOARMATIM - Komando Armada II - TNI Angkatan Laut

PANGKOARMADA II ADAKAN PERTEMUAN DENGAN KAJARI BALIKPAPAN

By 06 Aug 2018 17:38Berita Armada
IMG-20180806-WA0119

Balikpapan, 06 Agustus 2018
Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) Laksamana Muda (Laksda) TNI Didik Setiyono, S.E., M.M., didampingi Ketua Daerah Jalasenastri Armada II Ny. Retno Didik Setiyono melaksanakan kunjungan ke Lanal Balikpapan yang diterima oleh Komandan Lanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Gede Oka Susila, S.E., bertempat di Mako Lanal Balikpapan. Jum’at, (06/08/2018).

IMG-20180806-WA0122
Selain kunjungan tersebut, Pangkoarmada II juga memiliki agenda yaitu mengadakan pertemuan dengan Kajari Balikpapan Bpk. Budi Utarto, SH., Kepala Syahbandar/KSOP, Bpk. Joni Silalahi dan GM. Pelindo Bpk. Baharudin yang berlangsung di Lanal Balikpapan.

IMG-20180806-WA0115
Mengawali pertemuannya, Pangkoarmada II menerima laporan perkembangan proses hukum MV. Wise Honest dari Komandan Lanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Gede Oka Susila, S.E., dimana dalam paparan tersebut dijelaskan awal mula penangkapan kapal MV. Wise Honest karena adanya informasi dan terdeteksi KRI Terapang-648 di perairan Selat Makassar, kecurigaan itu muncul karena kapal tersebut menyimpang dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI II) dan ditambah dengan laporan dari Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta Kantor Imigrasi, kapal tersebut lebih dari 2×24 jam tidak melapor.

IMG-20180806-WA0126
Dalam kasus MV. Wise Honest kapal yang berbendera Sierra Leone merupakan kapal kargo curah yang bermuatan 26.500 metrik ton Batu bara di Nahkodai Kim Chung Son dan mempunyai 24 ABK yang kesemuanya berwarga kenegaraan Korea Utara.
Kapal tersebut dikenakan empat pasal, diantaranya, memasuki Indonesia lebih dari 2×24 jam tanpa melapor ke imigrasi Balikpapan, dan melanggar pasal 114 (1) Undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian.
Kedua, memasuki wilayah otoritas pelabuhan dengan muara khusus batu bara tanpa laporan Syahbandar, dan melanggar pasal 295 Jo pasal 47 undang-undang nomor 17 tahun 2018 tentang Pelayaran.
Ketiga, tidak memiliki sertifikat/surat pencegahan pencemaran dari kapal, melanggar pasal 302 (1) Jo pasal 117 (2) undang-undang No. 17 tahun 2008 tentang pelayaran.
Terakhir, diduga tak memenuhi persyaratan pengangkutan barang khusus dan barang berbahaya sesuai dengan pasal 294 (1) undang-undang No.17 tahun 2008 tentang pelayaran.
Hadir dalam acara tersebut Danlantamal XIII/Tarakan Kolonel Laut (P) Judijanto, M.Si., M.A., Asintel Pangkoarmada II, Kadiskum Koarmada II serta pejabat setempat.

Kadispenkoarmada II Letkol Laut (KH) Suratno, S.S

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

PANGKOARMADA II ADAKAN PERTEMUAN DENGAN KAJARI BALIKPAPAN