KOARMATIM - Komando Armada RI Kawasan Timur - TNI Angkatan Laut

LATPOSKO KOGASGABFIB AJ KE-XXXV TA 2017 BAHAS TENTANG ANALISA CARA BERTINDAK

By 19 Jul 2017 15:52Berita Latihan
19_LATPOSKO_KOGASGABFIB_AJ_KE-XXXV__TA_2017_BAHAS_TENTANG_ANALISA_CARA_BERTINDAK__5_

KOARMATIM – Surabaya 19 Juli 2017

Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto, S.H., M.A.P., sebagai Panglima Komando Tugas Gabungan Amphibi (Pangkogasgabfib)  di hari ketiga Latihan Pos Komando Armada Jaya ke-XXXV melaksanakan kegiatan Analisa Cara Bertindak (CB) yang berlangsung di Pusatlek Dalsen Kodiklatal, Bumimoro Surabaya. Rabu, (19/07/2017).

19_LATPOSKO_KOGASGABFIB_AJ_KE-XXXV__TA_2017_BAHAS_TENTANG_ANALISA_CARA_BERTINDAK__1_

Pada pelaksanaan ini, Pangkogasgabfib menyampaikan tiga analisa perbandingan CB yaitu CB-1 dengan mengambil jarak 438 Nm maka geomorfologi daerah Latihan umum (Latum) sesuai dengan daerah pantai pendaratan, sedangkan rute melalui laut pedalaman sehingga cuaca relatif lebih baik. Untuk perlindungan udara dapat didukung dari satuan kawan. Sedangkan logistik terdukung disepanjang rute yang ditempuh.

19_LATPOSKO_KOGASGABFIB_AJ_KE-XXXV__TA_2017_BAHAS_TENTANG_ANALISA_CARA_BERTINDAK__2_

Selanjutnya pada Analisa CB-2 melalui jarak 670 Nm, daerah Latum di perairan yang aman dari jangkauan intelijen musuh, kerahasiaan tinggi.  Latihan umum masih dekat dengan pangkalan awal, berada di daerah komunikasi. Manuver aman dari deteksi musuh dan sekaligus sebagai manuver tipuan. Evakuasi medis mudah dilaksanakan karena rute dekat dengan daratan dan dukungan logistik tersedia di rute yang dilewati.

19_LATPOSKO_KOGASGABFIB_AJ_KE-XXXV__TA_2017_BAHAS_TENTANG_ANALISA_CARA_BERTINDAK__3_

Sedangkan keuntungan Analisa CB-3 yaitu dengan jarak 930 Nm, daerah latum sesuai geomorfologi pantai pendaratan, dukungan logistik tersedia di rute yang dilalui dan payung udara tersedia, namun masih rawan terhadap serangan udara, kapal permukaan dan kapal selam musuh.

Selain penyampaian Analisa CB dari Pangkogasgabfib, paparan juga disampaikan oleh Asintel Pangkogasgabfib Kolonel Laut (P) Arif Sumartono, S.Sos., M.Si. (Han) yang mengatakan dengan melihat perbandingan ketiga cara bertindak tersebut, ditinjau dari beberapa aspek maka CB-3 merupakan cara bertindak yang paling mungkin dilakukan oleh musuh. “Musuh menggunakan kekuatan udara dan kapal selam untuk melakukan serangan terhadap unsur-unsur Kogasgabfib selama linla guna menghambat pergerakan Kogasgabfib”, ujarnya.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Pangkogasgabratmin Laksda TNI Agung Prasetiawan, M.A.P., yang kesehariannya menjabat Pangkolinlamil dan Brigjen TNI (Mar) Nur Alamsyah, M.Tr. (Han) selaku Komandan Pasukan Pendarat (Danpasrat),  masing-masing bagian pada Rapat Koordinasi menyamakan persepsi untuk menentukan keputusan terbaik dalam latihan AJ XXXV Ta. 2017. Turut hadir dalam kegiatan tersebut,  KS Pangkogasgabfib Laksma TNI I.N.G. Sudihartawan, S.Pi., dan seluruh peserta latihan AJ XXXV Ta. 2017.

Dispenarmatim.

 

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Berita Umum Berita Olah Raga Berita Sosial Berita Latihan Berita Lantamal dan Lanal
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

LATPOSKO KOGASGABFIB AJ KE-XXXV TA 2017 BAHAS TENTANG ANALISA CARA BERTINDAK