KOARMATIM - Komando Armada RI Kawasan Timur - TNI Angkatan Laut

KEPALA BNN RI SIAP PERANGI NARKOBA BERSAMA PRAJURIT KOARMATIM

By 17 Nov 2016 08:35Berita Umum
17-kepala-bnn-ri-3

Surabaya, 17 November 2016.

Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto, S.H., M.A.P., mengikuti ceramah penanggulangan penyalahgunaan Narkotika yang disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Drs. Budi Waseso di Gedung Panti Tjahaja Armada (PTA) Koarmatim, Ujung Surabaya. Kamis, (17/11/2016).

17-kepala-bnn-ri-2Pangarmatim dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia saat ini tengah menghadapi ancaman nyata narkoba. Keberadaan Narkoba menjadi salah satu ancaman yang paling membahayakan dan sekaligus menjadi bisnis besar di Indonesia. Dimana peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah sangat meresahkan kita semua.

Lanjutnya, menurut data yang ada, pengguna Narkoba pada tahun 2013 sebanyak 4,6 juta jiwa dan meningkat 500 ribu jiwa menjadi 5,1 juta jiwa di tahun 2015. Sedangkan angka kematian akibat dari penyalahgunaan Narkoba setiap hari 49 sampai 50 jiwa mati karena Narkoba dan kerugian diperkirakan kurang lebih Rp. 63 triliun yang mencakup kerugian akibat belanja Narkoba, biaya pengobatan, biaya rehabilitasi dan biaya-biaya lainnya.

“Dengan data seperti di atas, kejahatan narkoba dapat digolongkan dalam kejahatan luar biasa dan serius yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan dalam berbangsa dan bernegara terlebih lagi kejahatan narkoba bersifat lintas negara dan sangat terorganisir, sehingga menjadi ancaman nyata yang membutuhkan penanganan serius dan mendesak seperti yang disampaikan Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo dalam peringatan hari anti narkotika internasional tahun 2015 yaitu narkoba sudah menjadi bahaya laten”, ujar orang nomor satu di Koarmatim tersebut.

Selanjutnya, Kepala BNN RI dalam ceramahnya tentang Ancaman Kejahatan Narkoba di Indonesia menyampaikan, Tidak ada wilayah yang bersih dari narkoba. Jalur masuk narkoba terutama melalui jalur laut dan pelabuhan tidak resmi (jalur tikus), bahkan dikamuflasekan dalam impor barang legal. Penduduk Indonesia ± 250 juta jiwa menjadi pasar potensial narkoba. Selain itu, Peredaran gelap Narkoba telah menyasar di kalangan anak-anak (regenerasi pangsa pasar).

17-kepala-bnn-ri-1Mengingat narkoba merupakan mesin pembunuh massal, Jenderal Polisi berbintang tiga tersebut mengharapkan terjalin sinergitas antara TNI, Polri dan Masyarakat untuk mendukung dalam pemberantasan narkoba di seluruh wilayah Indonesia khususnya para bandar narkoba yang harus segera ditindak tegas secara hukum. Hal ini juga merupakan contoh nyata bahwa narkoba telah masuk ke seluruh lapisan masyarakat mulai dari TNI, POLRI, BNN, Kementerian/Lembaga bahkan sampai ponpes.

“Jaringan narkoba bersifat internasional dengan dukungan modal yang besar yang berasal dari Negara lain diharapkan penegakan hukum di Indonesia mampu memberikan efek jera kepada penjahat Narkoba baik lokal maupun internasional”, Tegas Buwas sapaan akrab Kepala BNN RI tersebut.

Kadispenarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman

KEPALA BNN RI SIAP PERANGI NARKOBA BERSAMA PRAJURIT KOARMATIM