Sosialisasi Batas Maritim RI – 10 Negara Tetangga oleh Dishisdros

Jayapura, 20 Maret 2013
Bertempat di Aula Samudera Loka Mako Lantamal X dilaksanakan sosialisasi batas maritim Indonesia dengan negara-negara tetangga oleh Dinas Hidro Oceanografi Mabes TNI AL yang dipimpin oleh Sekdishidros Mabesal, Kolonel Laut (P) Eko Gudhi Wahyono. Hadir dalam acara tersebut Komandan Lantamal X Laksamana Pertama TNI IG Putu Wijamahaadi, S.H, para Asisten Danlantamal X, para Kadis Lantamal X, Asops Danlantamal XI, Danlanal Biak, Danlanal Sorong, Danlanud TNI AU Jayapura, Kabimang Kodam XVII/Cenderawasih, Dirpolair Polda Papua, Asisten III Gubernur Provinsi Papua, Perwakilan dari Bea Cukai dan KPLP.
Dalam sambutannya, Komandan Lantamal X mengatakan salah satu hal penting yang diatur dalam UNCLOS 1982 dan terkait erat dengan Indonesia adalah yuridiksi dan batas maritim internasional. UNCLOS mengatur kewenangan sebuah Negara pantai terhadap wilayah laut. Selain itu juga diatur tata cara penarikan garis batas maritime jika terjadi tumpang tindih klaim antara dua atau lebih negara bertetangga, baik yang bersebelahan maupun yang berseberangan.
Indonesia yang berada di antara dua samudera dan dua benua memiliki sepuluh Negara tetangga yaitu, India, Thailand, Malaysia, Vietnam, Singapura, Filipina, Palau, Papua Nugini, Australia dan Timor Leste. Penetapan batas maritime sudah dilakukan sejak tahun 1969 dengan Malaysia ketika UNCLOS 1982 belum ada. Hingga kini, 18 perjanjian batas maritime sudah disepakati sehingga tidak berlebihan jika ada pendapat yang mengatakan bahwa Indonesia termasuk sangat produktif dalam menyelesaikan batas maritime dengan negara tetangga.
Batas wilayah maritime dengan negara-negara tetangga masih belum tuntas sehingga berdampak pada pelanggaran wilayah khususnya oleh para nelayan baik dari Indonesia maupun negara tetangga, sehingga sosialisasi batas maritim dengan negara-negara tetangga ini sangat penting sebagai pencerahan melalui pemberian informasi terkini dari institusi yang menangani langsung tentang batas-batas maritim.
Dengan adanya sosialisasi batas maritim dengan negara-negara tetangga dari tim Dishidros Mabesal diharapkan dapat menyamakan persepsi serta tindakan yang diambil oleh unsur pelaksana di lapangan yang beroperasi atau patroli di perairan perbatasan NKRI. (Dispenarmatim)
Penutupan Wasrik Lengkap IT Koarmatim Di Lanal Malang

Surabaya, 07 Februari 2013
Bertempat di lobby Banteng Lanal Malang Inspektorat Koarmatim Kolonel Laut (P) Semi Djoni Putra menutup kegiatan Wasrikkap It Koarmatim yang telah dilaksanakan mulai tanggal 04 sampai dengan 06 Pebruari 2013, Rabu (06/02).
Sesuai dengan amanat Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum yang dibacakan oleh Itkoarmatim bahwa “Perlu disadari bersama, temuan-temuan oleh Tim Wasrik bukan sekedar mencari kesalahan semata, namun lebih dari pada itu, sehingga apa yang telah ditemukan dapat diterima dengan lapang dada dan tempatkan sebagai landasan untuk mawas diri, guna meningkatkan semangat dalam mempertahankan kondisi yang lebih baik”.
Demikian juga Komandan Lanal Malang Kolonel R. Joko Heriyanto dalam sambutannya mengatakan bahwa “Dari seluruh temuan yang didapat oleh Tim Wasrik yang telah direkomendasikan, baik lisan maupun tertulis akan menjadi catatan berharga bagi satuan jajaran Lanal Malang. Selanjutnya temuan yang disampaikan tersebut akan segera ditindak lanjuti untuk dibuatkan langkah-langkah perbaikan dan pembenahan secara optimal sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku”.
Sebelum penyerahan dokumen hasil temuan Tim Wasrik dari It Koarmatim kepada Komandan Lanal Malang, dilaksanakan terlebih dahulu pembahasan hasil temuan dan solusi penyelesaiannya serta perbaikan untuk kedepannya.
Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh Tim Wasrik, Palaksa Lanal Malang Letkol Laut (KH) Imam Muslim, S.Pd beserta Perwira Staf. (Dispenarmatim)
FUNBIKE DALAM RANGKA PERINGATAN HARI BHAKTI PEKERJAAN UMUM KE – 66 TAHUN 2011

Peta Wilayah Koarmatim







